20th macao logo circle

Berpetualang menjelajah Macao dan nikmati arsitektur, seni, tradisi, makanan dan komunitas di Macao yang mencerminkan integrasi budaya Cina, Barat dan Portugis.

East meets West!

A-Ma Cultural Village, Kompleks Kuil Sakral Tercantik di Macao

12 Nov, 2019
A-Ma Cultural Village, Kompleks Kuil Sakral Tercantik di Macao

Keberadaan sejumlah kuil di Macao layak menjadi perhatian bagi wisatawan. Selain menghadirkan aura sakral yang kental, kuil-kuil tersebut terbilang cantik. Salah satunya A-Ma Cultural Village di macao yang wajib dikunjungi.

 A-Ma Cultural Village merupakan kompleks tempat ibadah sekaligus peziarahan untuk menghormati pelindung para nelayan, Dewi A-Ma. Didirikan oleh Goddess A-Ma Foundation of Macao pada 2003, area ini terletak di atas bukit di Coloane dengan luas mencapai 7 ribu m2.

Di sana terdapat dua bangunan utama, yakni patung Dewi A-Ma dan Tin Hau Palace. Bangunan pertama terlihat sangat mencolok. Patung Dewi A-Ma berdiri di atas puncak tertinggi di Macao di Dieshi Mountain.

Patung menjulang nyaris 20 meter. Berbahan marmer putih, Dewi A-Ma terlihat mengilat ketika terkena sinar matahari. Butuh 120 lembar marmer seberat sekitar 500 ton untuk membuatnya. Khusus untuk wajahnya, raut muka Dewi A-Ma dipahat dari sebuah lembaran besar.

Dewi A-Ma di sana digambarkan memandang ke arah lautan. Tampilan ini merupakan simbol perlindungan Dewi A-Ma terhadap Macao. Sepanjang waktu ia diyakini akan selalu peduli terhadap nasib Macao. Tidak heran banyak peziarah yang sengaja hadir ke sana untuk memanjatkan doa.

Selain untuk pemujaan, kehadiran patung Dewi A-Ma juga berarti penting bagi sejarah Macao. Ini merupakan simbol kembalinya Macao ke pangkuan Cina pada 20 Desember 1999. Momen tersebut hadir sekitar satu tahun lebih dari waktu penyelesaian pengerjaan patung pada 28 Oktober 1998.

Karena posisinya yang ada puncak tertinggi di Macao, patung Dewi A-Ma bisa terlihat dari semua sudut kota. Tampilannya akan makin cantik ketika dipandang dari jalanan di sekitar Coloane. Namun, wisatawan bisa juga melihat pemandangan Macao dari sini. Bakal terlihat suasana perkotaan yang memesona dari ketinggian.

TIN HAU PALACE

Daya tarik A-Ma Cultural Village bukan hanya patung Dewi A-Ma. Keberadaan Tin Hau Palace semakin membuat kompleks kuil tercantik di macao ini populer di banyak kalangan. Bukan hal aneh karena bangunannya begitu cantik dengan arsitektur khas Fujian yang memesona.

Tin Hau Palace terdiri dari beberapa bangunan. Datang ke sana pengunjung akan disambut dengan jalanan bertangga untuk menuju ke depannya. Ada enam tingkat tangga yang mesti dinaiki. Tepat di tengahnya terdapat ukiran dari batu berwarna biru yang cantik.

Sesudah menaiki tangga, pengunjung akan dihadapkan ke dinding depan yang eksotis. Terbuat dari ukiran kayu dan batu, tampilannya terlihat cerah dengan kombinasi warna emas, merah, dan biru. Sebagai pelengkap patung singa dari batu semakin menambah kesan keagungan.

Pengunjung kemudian bisa memasuki kompleks tersebut. Di dalam terdapat aula yang disebut Dressing Hall. Area ini memanjang dengan ornamen dari batu dan kayu. Namun, enam relief dari batu biru hampir pasti menjadi daya tarik utama.

Ada pula Bell Tower dan Drum Tower yang ikut menghiasi. Bahkan patung Dewi A-Ma bisa ditemukan pula di sini. Namun, tidak seperti yang di luar Tin Hau Palace, patungnya hanya setinggi 3,8 m dengan lebar 2,1 m. Meski begitu, keberadaan altar di dekatnya menjadikannya sebagai area doa yang sakral.

A-Ma Cultural Village dibuka untuk umum setiap hari. Pengunjung bisa memasukinya secara gratis. Ada banyak hal yang bisa dilakukan. Salah satu yang populer ialah melempar koin di depan area Tin Hau Palace.

Di sana terdapat kolam dengan patung kura-kura yang menggendong mangkuk di atas cangkang. Pengunjung bisa melempar koin ke arah mangkuk tersebut. Mereka percaya bakal mendapat keberuntungan jika bisa memasukkannya ke sana.

Bukan hanya itu, beragam suvenir juga tersedia di sini. Wisatawan bisa memilih yang menarik sembari menikmati keindahan A-Ma Cultural Village.