20th macao logo circle

Berpetualang menjelajah Macao dan nikmati arsitektur, seni, tradisi, makanan dan komunitas di Macao yang mencerminkan integrasi budaya Cina, Barat dan Portugis.

East meets West!

Jelajahi Mount Fortress yang Indah dan Bersejarah

12 Nov, 2019
Jelajahi Mount Fortress yang Indah dan Bersejarah

Sejarah panjang Macao tergambar dari sejumlah bangunan yang ada. Mount Fortress salah satunya. Benteng yang ada di atas Mount Hill ini bernilai historis tinggi. Wisatawan wajib menjelajahinya. Selain bersejarah, area ini juga sangat indah.

Mount Fortress yang bersejarah merupakan sebuah kompleks benteng yang pernah menjadi markas pasukan bersenjata. Meski sebuah kompleks militer, area ini pernah punya julukan sebagai Vatikan di Timur. Julukan tersebut hadir karena keberadaan gereja di dalamnya.

Hal itu tidak mengherankan karena Mount Fortress pada awalnya dibangun oleh para biarawan Yesuit. Mereka membangunnya sejak 1617 hingga 1622 sebagai perlindungan diri. Pada akhirnya, benteng ini bermanfaat besar dalam menghalau serangan Belanda pada 1622.

Biarawan Yesuit juga menjadikan Mount Fortress sebagai basis kegiatannya untuk kawasan Cina, Jepang, dan area sekitarnya. Mereka pun melengkapinya dengan sekolah St. Paul dan gereja. Namun, pada tahun 1695, sebuah kebakaran merusak bangunan Mount Fortress. Alhasil, gereja dan fasilitas lainnya direnovasi.

Buah renovasi ini malah menjadikan kompleks lebih besar. Dari sinilah sebutan Vatikan Timur hadir karena merujuk kepada luas dan besar bangunan gereja yang terbesar di Asia kala itu.

Seiring waktu, Mount Fortress bergonta-ganti penghuni dan fungsi. Pada 1623 pada 1760, area ini pernah ditinggali oleh Gubernur Macao. Lalu, ada 1808, Inggris sempat menguasainya. Momen ini akhirnya menjadi Mount Fortress sebagai pusat militer untuk pertama kalinya.

Akan tetapi, keberadaan Inggris di sana tidak lama. Cina ganti memegang kendali sebelum Portugis memakainya lagi. Mereka pun langsung memasang 32 meriam di Mount Fortress yang masih bisa dilihat hingga kini. Semua kanon yang terpasang mengarah ke laut. Tidak ada satu pun yang diarahkan ke daratan Cina. Ini menandakan bahwa keberadaannya berfungsi untuk menangkal ancaman yang datang dari laut.

Pada 1835, kebakaran kembali terjadi. Inilah yang akhirnya memisahkan gereja St. Paul dan sekolahnya dengan Mount Fortress seperti sekarang. Dulu diyakini area tersebut menjadi satu-kesatuan di dalam benteng.

Pada tahun 1965, Mount Fortress sebagai wisata bersejarah akhirnya tidak lagi digunakan sebagai benteng pertahanan militer. Sempat dipakai untuk kantor badan meterologi setempat, kini bangunannya dilestarikan sebagai area pariwisata. Pemerintah Macao bahkan akhirnya membangun museum di sana pada 1998.

WISATA ALAM DAN SEJARAH

Mount Fortress terletak 52 meter di atas permukaan laut. Areanya seluas 8.000 m2 dengan bentuk trapesium. Selain bisa berwisata sejarah, pengunjung dapat pula menikmati suasana alam yang indah di sini.

Disarankan untuk menaikinya sebelum matahari terbenam. Wisatawan dapat menggunakan eskalator atau berjalan kaki. Dari sini bakal terlihat pemandangan Macao dari ketinggian yang spektakuler.

Pengunjung bisa melihat sejumlah bangunan ikonik seperti Ruins of St. Paul dan Hotel Lisboa. Jika terus di sana sampai senja tiba, wisatawan akan disuguhi perubahan suasana Macao dari terang ke gelap yang dramatis.

Sembari menunggu senja, pengunjung dapat menikmati taman dengan berbagai pepohonan yang asri. Mereka bisa pula melihat kapel yang ada di puncak bukit. Namun, jika ingin melihat sejarahnya, masukilah Macao Museum yang punya koleksi benda-benda historis Macao. Wisatawan tidak akan rugi ketika mendatanginya.