20th macao logo circle

Berpetualang menjelajah Macao dan nikmati arsitektur, seni, tradisi, makanan dan komunitas di Macao yang mencerminkan integrasi budaya Cina, Barat dan Portugis.

East meets West!

Keanggunan Patung Kun Iam di Pinggir Pantai Macao

08 Oct, 2019
Keanggunan Patung Kun Iam di Pinggir Pantai Macao

Patung Dewi Kun Iam menjadi salah satu landmark paling ikonik di Macao. Keindahannya akan terlihat maksimal pada pagi atau sore hari. Namun, di balik keanggunannya, terdapat pesan mendalam untuk kemanusiaan.

Berdiri di atas pulau kecil buatan di pinggiran pantai di daratan kota Macao kawasan Taipa, patung Dewi Kun Iam baru saja dipilih sebagai salah satu titik paling menakjubkan di Macao. Bukan hal aneh. Patung setinggi 20 meter itu terlihat menjulang. Terlebih lagi, posisinya sedikit menjorok ke tengah laut. Ada jalan setapak sepanjang 60 meter yang menghubungkannya dengan daratan utama.

Terbuat dari perunggu, patung terlihat mencolok di tengah sinar matahari. Butuh 50 lempengan perunggu untuk membuatnya. Jadilah patung Kun Iam seberat 20 ton yang menghiasai pantai.

Di sana Dewi Kun Iam digambarkan berdiri di atas bunga lotus yang mengembang. Terbuat dari beton, keberadaannya menambah tinggi bangunan hingga total menjadi 32 meter. Sebuah bangunan yang terlihat indah di tepian perairan Macao.

Akan tetapi, patung Dewi Kun Iam merupakan tempat wisata yang ikonik itu bukan sekadar momumen belaka. Bangunan ini sesungguhnya adalah gedung Kun Iam Ecumenical Centre di macao. Ini adalah pusat kegiatan untuk mempromosikan saling respek dan persahabatan di antara sesama manusia tanpa peduli ras ataupun latar belakangnya.

Kun Iam Ecumenical Centre diresmikan pada 21 Maret 1999. Keberadaannya mendapat dukungan penuh dari UNESCO. Perancangnya ialah arsitek sekaligus pematung asal Portugis, Cristina Rocha Leiria.

Desain yang dibuat mengandung sejumlah simbol spesifik. Dimulai dari patung Kun Iam yang juga sering disebut sebagai Guan Yin. Ia merupakan dewi yang merepresentasikan cinta, belas kasih, dan kemauan untuk memaafkan. Sosoknya dinilai sebagai simbol yang pas untuk menggambar spirit universalitas yang diharapkan bisa tumbuh dari sini.

Dewi Kun Iam dinilai tidak hanya dipuja dan dihormati dalam agama Budha belaka. Namun, berbagai kepercayaan lain juga memberikan respek serupa terhadapnya. Alhasil, ia dipandang sebagai sosok yang tepat untuk mewakili pesan persahabatan dan perdamaian yang disebarkan.

GEDUNG MULTIFUNGSI

Di dalam Kun Iam Ecumenical Centre memang terdapat beberapa bagian dengan fungsi yang berbeda-beda. Di bawah bangunan bunga lotus misalnya. Di sana terdapat Ruang Kontemplasi yang dapat dimanfaatkan oleh pengunjung untuk membaca, beristirahat, mendengarkan musik, hingga memperoleh informasi tentang beragam Pemikiran Oriental.

Pengunjung dapat menggali ragam informasi tersebut di Pusat Informasi yang ada di sana. Mereka pun bisa melihat videonya untuk mempermudah pemahaman. Namun, membaca berbagai literatur sendiri juga tak kalah menarik.

Di atas kubahnya terdapat beragam lukisan sosok, simbol, maupun teks yang terkait dengan beberapa ajaran berbeda seperti Lao Tse, Konfusianisme, Mencius, dan Buddha. Ini merupakan bukti semangat nyata ekumene yang hendak disebarkan.

Bukan hanya itu, di bagian bawah patung Kun Iam juga terdapat Multipurpose Room, perpustakaan, hingga pusat media. Mampu menampung 50 orang, fasilitas ini kerap dipakai untuk gelaran konser, konferensi, pemutaran film, hingga diskusi publik.

Biasanya area ini kerap pula dipakai untuk pameran beragam karya seni. Namun, jenis karya yang ditampilkan harus selaras dengan semangat yang hendak dibawa Kun Iam Ecumenical Centre. 

Di dalamnya wajib terkandung semangat untuk menyatukan perbedaan. Spiritnya ialah agama apa pun pada dasarnya punya tujuan sama, yakni membawa perdamaian dunia. Sebuah pesan yang akan selalu relevan dan dibutuhkan sampai kapan pun.

Itulah yang semakin menambah keindahan patung Kun Iam di tepi Taipa. Bukan hanya elok dipandang, keberadaannya juga membawa pesan kebaikan yang dibutuhkan dunia pada saat ini.