20th macao logo circle

Berpetualang menjelajah Macao dan nikmati arsitektur, seni, tradisi, makanan dan komunitas di Macao yang mencerminkan integrasi budaya Cina, Barat dan Portugis.

East meets West!

Kecantikan Kuil-kuil Sakral di Macao

08 Oct, 2019
Kecantikan Kuil-kuil Sakral di Macao

Macao memiliki banyak sekali kuil sakral dengan desain anggun. Beberapa di antaranya sangat terkenal karena bersejarah maupun akibat keunikan lain. Ingin tahu apa saja itu? Berikut ini kuil-kuil terindah di sana.


A-ma Temple

Kuil sakral di macao paling terkenal sekaligus salah satu yang tertua. Kuil a-ma dibangun pada tahun 1488 oleh para nelayan untuk memuja Ma-tsu, dewi pelindung para pelaut dan nelayan. Kuil ini pula yang diyakini menjadi asal mula penyebutan nama Macao.

Dulu, dipercaya pelaut Portugis bertanya kepada para nelayan setempat tentang nama daerahnya. Hal tersebut rupanya dipahami berbeda oleh nelayan lokal yang mengira diminta menunjukkan keberadaan Kuil A-Ma. Dari situlah penamaan Macao hadir.

Selain bersejarah, pemandangan di Kuil A-Ma begitu cantik. Sebagian area menyatu dengan Barra Hill secara alami. Namun, lebih penting, kehadirannya juga menyatukan beberapa kepercayaan berbeda di satu lokasi. Kuil ini sama-sama dipercaya sebagai tempat sakral oleh para penganut Taoisme, Buddhisme, Konfusianisme, hingga aliran keyakinan rakyat lain.


Kun Lam Tong

Kuil terbesar sekaligus menjadi salah satu yang tertua dari tiga kuil Budha lainnya di Macao. Dibangun sejak abad ke-13, bangunan yang bertahan hingga kini tersebut berasal dari pembangunan pada tahan 1627.

Keberadaan Kuin Iam Tong didedikasikan untuk Dewi Pengampunan. Selain sakral, kuil ini begitu cantik sehingga nyaman untuk jalan jalan. Terdapat aula yang terpisah dari halaman terbuka untuk penghormatan Budha dan dewa dewi. Lalu ada pula taman dengan lanskap khas Cina yang indah.

Di bagian belakang kuil terdapat titik bersejarah tempat penandatangan perjanjian perdagangan Cina-Amerika yang pertama. Penguasa Kanton, Ki Ying dan Menteri Amerika Serikat, Caleb Cushing, menandatangani kesepakatan tersebut pada 3 Juli 1844 di sebuah sudut taman Kun Iam Tong.


Lin Fong Temple

Kuil yang juga dikenal sebagai Temple of the Lotus. Merupakan salah satu kuil sakral di macao Dibangun pada 1592, Lin Fong Temple terkenal sebagai tempat singgah orang-orang dari Provinsi Guangdong ketika datang ke Macao pada zaman dulu.

Di balik kesakralannya, kecantikan Ling Fing Temple sangat kentara. Saat masuk patung singa dari batu seolah menyambut. Lalu, di aula ada patung Tin Hau yang dikawal para penjaganya. Di belakang ada halaman dengan ornamen naga, kolam tempat bunga lotus, hingga perapian besi yang indah.

Di sini juga terdapat museum tentang Lin Zexu. Ia adalah tokoh penentang perdagangan opium. Perjuangannya dalam menentang penyelundupan opium termasuk salah satu yang terhebat di Cina.


Sam Kai Vui Kun

Berdiri sejak 1750, Kuil Sam Kai Vui Kun di macao awalnya akan dijadikan tempat pertemuan para pedagang asal Cina. Namun, akhirnya kuil dibangun dan didedikasikan untuk Guan Yu, Dewa Kemakmuran.

Berlokasi di dekat Chinese Bazaar yang kini berfungsi sebagai St. Dominic’s Market, Sam Kai Vui Kun menjadi simbol perpaduan budaya Barat dan Timur yang harmonis. Pusat kota didominasi bangunan bergaya arsitektur Eropa. Namun, berkat keberadaan kuil tersebut, ada warna budaya Cina yang ikut mewarnai.

Sam Kai Vui Kun erat sekali dengan sejarah asosiasi bisnis di Cina. Tempat ini pula yang menjadi awal bagi keberadaan Chinese Chamber of Commerce di sana.