20th macao logo circle

Berpetualang menjelajah Macao dan nikmati arsitektur, seni, tradisi, makanan dan komunitas di Macao yang mencerminkan integrasi budaya Cina, Barat dan Portugis.

East meets West!

Keseruan Menelusuri Jalanan Macao Dengan Becak Khas

24 Sep, 2019
Keseruan Menelusuri Jalanan Macao Dengan Becak Khas

Menikmati Macao bisa dengan beragam cara. Jika ingin bernostalgia sembari merasakan romantisme suasana masa lampau, cobalah menelusuri jalanan khas Macao dengan becak khasnya.

Becak di Macao sedikit berbeda dibanding seperti di Indonesia. Di sini pengayuh becak berada di depan. Ini berkebalikan dengan becak di negeri kita yang biasa menempatkan pengemudinya di bagian belakang penumpang.

Kursi penumpang biasanya hanya menampung dua orang dewasa. Di atasnya terdapat atap yang bisa dibuka tutup. Bentuk bagian ini sama dengan becak yang biasa ada di Indonesia. Kehadiran becak khas Macao ini punya sejarah tersendiri. Sebelum 1948, becak belum ada di jalanan Macao. Angkong yang berupa kereta ditarik oleh orang lebih dulu mendominasi.

Namun, ketika diperkenalkan di Macao pada saat itu, becak lebih disukai masyarakat. Akibatnya, becak mampu menggeser angkong. Mulanya becak menjadi sarana transportasi eksklusif bagi kaum berada di Macao. Hanya mereka yang mampu menyewanya. Namun, seiring zaman, becak berkembang sebagai alat transport umum.

Ini akhirnya membuat jumlah becak khas Macao meledak. Lama-kelamaan, Pemerintah Macao akhirnya membuat regulasi untuk mengaturnya. Izin lisensi diberlakukan sehingga tidak sembarang orang bisa menjadi pengemudi becak.

Tahun 1952 juga menjadi tonggak penting bagi keberadaan becak khas Macao. Para pengemudinya memutuskan untuk berserikat dan membentuk organisasi resmi. Ini kian memudahkan pengaturan. Akan tetapi, seiring waktu, jumlah becak di Macao menurun drastis. Dulu di hampir setiap sudut maupun pusat kota mudah ditemukan keberadaannya. Namun, kini becak hanya berada di sekitar pusat-pusat pariwisata Macao.

Kegunaannya sekarang memang telah bergeser. Dari sarana transportasi publik, becak sudah menjadi bagian dari pariwisata Macao. Wisatawan bisa menggunakannya untuk menjelajahi Macao dengan cara berbeda.

ROMANTISME MASA LALU

Jangan takut dan ragu untuk memanfaatkan atau menggunakan becak di Macao. Pengemudinya dijamin terlatih. Mereka pun sudah berlisensi sehingga keamanan penyewa jasanya dijamin. Untuk menikmati Macao dengan becak, wisatawan bisa bernegosiasi langsung dengan pengemudi. Ada jalur-jalur yang biasanya mereka rekomendasikan sebagai bagian paket tur. Namun, jika ingin membuat jalur sendiri, pengemudi becak akan dengan senang hati melakukannya.

Menyusuri jalanan Macao dengan becak akan menghadirkan romantisme tersendiri. Angin sepoi-sepoi ketika melewati jalan jalan dengan bangunan eksotis di kiri kanan dengan lambat terasa sangat unik. Seketika gambaran Macao pada zaman dulu akan terlintas di kepala. Tidak usah sungkan ketika hendak berhenti untuk mengabadikan sudut-sudut menarik. Pengemudinya akan senang hati membantu. Bahkan, mereka pun tak akan menolak saat diminta untuk membantu memfoto.

Lewatilah kawasan bersejarah Macao yang penuh dengan bangunan kuno. Semua akan terasa lengkap. Pengalaman Macao klasik dapat dirasakan secara utuh dari kursi penumpang becak yang melaju.

Rekomendasi Jalur Tur Becak:

Jalur 1: Hotel Lisboa → Nam Van → Sai Van → A-Ma Temple → Ruins of St. Paul’s

Jalur 2: Hotel Lisboa → Nam Van → Kun Iam Ecumenical Centre → Lotus Square → Hotel Lisboa

Jalur 3: Outer Harbour Ferry Terminal → Hotel Lisboa → Nam Van → Sai Van → A-Ma Temple → Ruins of St. Paul’s

Jalur 4: Outer Harbour Ferry Terminal → Lotus Square → Kun Iam Ecumenical Centre → Macau Tower → A-Ma Temple → Ruins of St. Paul’s

Becak Tour Line Recommendations:

Lane 1: Lisbon Hotels → Nam Van → Sai Van → A-Ma Temple → Ruins of St. Paul’s

Path 2: Hotel Lisboa → Nam Van → Kun Iam Ecumenical Center → Lotus Square → Hotel Lisboa