20th macao logo circle

Berpetualang menjelajah Macao dan nikmati arsitektur, seni, tradisi, makanan dan komunitas di Macao yang mencerminkan integrasi budaya Cina, Barat dan Portugis.

East meets West!

Persilangan Budaya Barat dan Timur di Macao Akan Terasa Jika Menelusuri Area Ini

23 Dec, 2019
Persilangan Budaya Barat dan Timur di Macao Akan Terasa Jika Menelusuri Area Ini

Macao dinilai sebagai contoh harmoni antarbudaya yang apik. Di sana kultur Timur dan Barat bisa berdampingan dengan baik. Bahkan, keduanya melebur menghadirkan keindahan tersendiri.

Ingin membuktikannya secara langsung? Susuri saja sejumlah area berikut ini di Macao. Dijamin persilangan budaya Timur dan Barat yang indah akan terlihat nyata.

Inilah beberapa contohnya:

Senado Square

Salah satu plaza terbesar di Macao. Perpaduan budaya Barat dan Timur terlihat jelas di sini. Di sekitar Senado Square berdiri berbagai bangunan dengan gaya Eropa dan Cina yang saling melengkapi.

Sebagai contoh, di sana ada Leal Senado Building dan Holy House of Mercy dengan sentuhan Eropa yang kuat. Namun, tidak jauh dari sana, Sam Kai Vui Kun Temple berdiri anggun sebagai simbol budaya Cina yang mengakar.

St. Augustine's Square

Plaza yang lebih tenang dibanding Senado Square. St. Augustine's Square dibangun dengan gaya neoklasik yang menjadi bukti keberadaan budaya Barat di Macao. Publik bisa mendatanginya untuk merasakan ilusi seperti berada di Eropa.

Di sana ada Dom Pedro V Theatre yang merupakan bioskop modern pertama di Cina. Hingga kini, bioskop masih beroperasi. Selain itu, keberadaan Sir Robert Tung Ho Library dan St Augustine's Church bisa menjadi daya tarik lain.

St. Joseph's Seminary & Church

Dibangun oleh biarawan Yesuit pada 1728, area ini menjadi pusat kegiatan misionaris di Macao dan sekitarnya. Selain seminari, di sana ada pula gereja yang didirikan 30 tahun sesudahnya.

Bangunan gereja bergaya barok dengan fasad setinggi 27 meter dan lebar 16 meter. Di dalamnya terdapat beragam karya seni yang indah. Namun, gedung seminari lebih sederhana dengan mengedepankan gaya neoklasik. Lorongnya sepanjang 80 meter dengan taman terbuka di dalam area. Benar-benar perwujudan sentuhan Barat yang nyata di Macao.

Lilau Square

Plaza yang menggabungkan dua gaya arsitektur, yakni sentuhan Mediterania dengan Cina klasik. Dengan lantai dari marmer, Lilau Square cukup ikonik dengan keberadaan dua pohon trembesi yang berumur lebih dari satu abad.

Dulu di sini terdapat mata air yang pernah menjadi sumber air utama di Macao. Legenda mengatakan siapa pun yang meminum airnya suatu saat pasti akan kembali ke Macao. Berada di sana akan membawa pengunjung menikmati percampuran budaya besar yang unik.

Maritime Museum

Berlokasi Barra Pagoda Square, keberadaan Maritime Museum langsung menjadi penanda persilangan budaya di Macao. Berhadapan langsung dengannya ialah A-Ma Temple yang merupakan salah satu kuil tersakral di Macao. Namun, posisi museum tepat berada di titik penjelajah Portugis mendaratkan kaki pertama kali di sana.

Koleksi museum memperjelas bukti perpaduan Barat dan Timur di Macao. Di sana kisah kemegahan sebagai sentra maritim dunia tergambar. Selain itu, terdapat pemaparan tentang pengaruh budaya maritim dari dua kultur berbeda.

Mandarin's House

Bekas rumah tokoh modernitas, reformis, sekaligus penulis kenamaan Cina, Zheng Guanying. Di sini keluarga besarnya pernah bersemayam. Dengan 80 kamar, rumah ini pernah menjadi bangunan perumahan mewah terbesar pada zamannya.

Terdapat sentuhan dua budaya berbeda di Mandarin’s House. Tata ruang dan arstekturnya mirip dengan bangunan-bangunan Cina tradisional khas Guangdong. Namun, ditambahkan sentuhan Eropa di berbagai sudut seperti pintu, jendela, hingga plafonnya. Hasilnya ialah sebuah bangunan kuno yang unik.