20th macao logo circle

Berpetualang menjelajah Macao dan nikmati arsitektur, seni, tradisi, makanan dan komunitas di Macao yang mencerminkan integrasi budaya Cina, Barat dan Portugis.

East meets West!

Romantisme Travessa da Paixao di Macao

08 Oct, 2019
Romantisme Travessa da Paixao di Macao

Jalan ini memang sempit, sampai mungkin layak disebut gang. Panjangnya juga cuma sekitar 30 meter. Namun, ketika datang ke Macao, pastikan untuk mendatanginya. Ya, itulah Travessa da Paixao di macao yang mampu menghadirkan romantisme di macao.

Terletak di dekat pusat area wisata Macao, Travessa da Paixao sempat menjadi area terlupakan. Membentang antara Ruins of St. Paul hingga Rua da Ressurreição, keberadaannya sering tidak terlihat.

Namun, rugi sekali kalau tidak mendatanginya. Langkahkah kaki ke sana, terutama ketika senja tiba. Suasana dipastikan akan memesona.

Jalanan yang cantik menjadi daya tarik yang utama Travessa da Paixao. Terbebas dari kendaraan umum, jalan di sana terbuat dari batu yang menampilkan kesan eksotis seperti bangunan bergaya eropa.

Di kiri kanan berdiri bangunan-bangunan dengan warna-warna pastel. Gedung berwarna pink dan kuning menghiasi. Seketika Travessa da Paixao menampilkan ilusi seperti tengah berada di Eropa, persis seperti sudut-sudut Macao yang lain.

Bukan cuma itu, ketika keberadaan Ruins of St. Paul s yang menjadi latar kian menambah pesona. Dengan sudut yang tepat, sebuah foto cantik ikon Macao pasti bisa didapat.

Travessa da Paixao bukan jalanan baru. Tempat tersebut pertama dibangun pada abad ke-17. Ketika itu, ada dinding yang membatasi akses menuju Ruins of St. Paul. Hanya pihak biarawan Jesuit sebagai pengelola yang bisa membukanya.

Namun, seiring waktu, keberadaan dinding dimusnahkan. Akses ke Ruins of St. Paul dari sana pun semakin mudah. Bahkan, sisa-sisa gereja itu bisa terlihat dengan baik. Akibatnya, pada era 1980-an, Travessa da Paixao pernah menjadi titik terbaik untuk mengambil foto Ruins of St. Paul, sebelum bangunan baru hadir dan menghalangi pandangan.

Travessa da Paixao terkenal karena ada kesalahan penamaan. Sebenarnya nama jalan merupakan bentuk ungkapan gairah Katolik kepada Allah. Hal itu mengacu dalam arti kata paixao dalam bahasa Portugis sebagai gairah dan cinta. Namun, karena salah menerjemahkan, Travessa da Paixao malah dikenal menjadi Love Lane.

Akan tetapi, kesalahan itu tidak sepenuhnya melenceng dari nuansa yang didapatinya. Karena kecantikannya, mendatangi Travessa da Paixao mampu menghadirkan romantisme tersendiri. Tidak heran banyak pasangan yang senang menghabiskan waktu di sini. Jalanan ini akhirnya juga menjadi titik pengambilan foto maupun video prapernikahan yang populer.

HAL YANG BISA DILAKUKAN

Mendatangi travessa da paixao macao, Anda dapat menghabiskan waktu dengan spesial di sana. Nikmati suasananya sembari memakan es krim kelapa yang terkenal. Bisa juga bermain-main dengan kamera untuk mendapatkan foto dan video yang indah.

Sekadar berjalan untuk menikmati keindahannya juga tidak ada salahnya. Ada kepercayaan, siapa pun yang menyusurinya dari awal hingga akhir, kelak kemudian hari pasti akan menemukan belahan hatinya.

Susurilah jalan lalu belok kiri ke Rua da Ressurreição. Tidak jauh dari sana ada tangga di sebelah kanan yang membawa ke Calçada do Amparo. Ini juga spot yang tak kalah menarik. Deretan pertokoan, kafe, maupun restoran mengundang untuk didatangi.

Namun, jika tidak ingin bengong belaka, mampirlah ke The Cinematheque-Passion yang ada di Travessa da Paixao. Gedung bertingkat tiga ini merupakan tempat pemutaran film yang unik. Mereka hanya memainkan film-film tematik dalam satu waktu. 

Meski begitu, dalam satu bulan biasanya terdapat dua atau tiga film dari berbagai belahan dunia yang diputar. Jika memiliki banyak waktu, luangkanlah untuk menontonnya. 

Tapi, kalau tidak ingin menikmati film, cobalah berlama-lama di jalan. Travessa da Paixao akan semakin romantis pada malam hari.