Suasana Otentik Macao di Three Lamps District

Suasana Otentik Macao di Three Lamps District Suasana Otentik Macao di Three Lamps District
Dipublikasikan pada 2020-03-27 16:36:55

Sesudah puas menikmati destinasi utama di Macao, cobalah mencari waktu ke Three Lamps District. Dijamin wisatawan akan menemukan suasana berbeda. Di kawasan ini suasana otentik Macao akan diperoleh.

Three Lamps District sebenarnya mengacu kepada kawasan sepanjang jalan Rotunda de Carlos De Maia. Dijuluki Three Lamps District karena keberadaan tiga lampu berwarna merah yang ada di ujung jalanan.

Kawasan ini ramai dengan toko-toko serta pedagang kaki lima yang berjejer di pinggir jalan. Masyarakat lokal Macao biasa menjadikannya sebagai area berbelanja. Barang-barang di sini murah dan apa saja hampir tersedia.

Oleh karena itu, jika ingin merasakan aroma keseharian warga lokal, cobalah mendatanginya. Pengunjung akan diperlihatkan kesibukan yang dilakukan oleh orang-orang setiap hari. Sebuah pengalaman berbeda dibanding dengan melihat area yang menjadi sentra turis di Macao.

Meski begitu, bukan berarti tidak ada daya tarik lain. Three Lamps District dikenal pula sebagai pusat kain dan pakaian berkualitas dengan harga terjangkau di Macao. Wisatawan bisa mencari jenis yang disukai. Namun, di sana banyak pula penjual yang menjajakan aneka aksesoris dan produk unik-unik lain. Bahkan, beragam jenis makanan khas Macao dapat pula diperoleh.

Cobalah untuk mendatanginya. Kamu bisa mendapatkan barang-barang spesial dengan harga bersaing. Sudah begitu, ada keasyikan tersendiri melihat aktivitas warga lokal sebagai nilai plus lain. Cocok untuk dijadikan objek fotografi.

NIKMATI LITTLE BURMA

Ketika sudah lelah, tidak ada salahnya untuk beristirahat sembari menikmati makanan lezat di sana. Di sepanjang Rotunda de Carlos De Maia terdapat banyak restoran makanan Myanmar yang bisa dicoba.

Perlu diketahui, Three Lamps District mendapat julukan lain berupa Little Burma. Sebutan itu dikarenakan sedemikian banyak restoran Myanmar yang ada di sana. Hal itu tidak lepas dari berkumpulnya komunitas keturunan Myanmar di kawasan tersebut.

Keberadaan warga Macao asal Myanmar di Three Lamps District dimulai pada era 1970-an. Ketika itu ada kerusuhan rasial di Yangon yang meletus. Akibatnya para warga keturunan Cina terpaksa mengungsi. 

Banyak di antara mereka yang akhirnya memilih pergi ke Macao. Tidak sedikit yang memilih menetap di Three Lamps District. Sejak itulah mereka banyak yang membuka restoran untuk menyambung hidup.

Sempatkan untuk datang ke salah satu di antaranya. Sajian berbeda dari kuliner Macao kebanyakan bisa dinikmati. Sebagai contoh fish noodle soup. Sup berkaldu kental ini terbuat dari catfish dengan paduan bumbu lain seperti lemongrass, black pepper, dan kunyit. Biasa disajikan dengan kerupuk kering, hidangan ini lezat dinikmati bersama sepiring nasi.

Hidangan lain seperti chicken slice stirred noodles juga wajib dicoba. Ayam yang ditumis dengan irisan potongan bawang menghadirkan aroma harum. Sangat mengundang selera untuk bersantap.

Masih banyak hidangan lain khas Myanmar yang dapat dicoba. Semua bisa diperoleh di Three Lamps District, kawasan eksotis yang menghadirkan perspektif lain tentang Macao.

Kembali